Rabu, 23 Februari 2011

Taman Bacaan dan Rumah Literatur

Akhirnya....

Konsep toko buku yang ingin vitri buka makin lengkap dan padat.

Tulisan ini dimaksudkan untuk pengumuman awal dan pra promosi untuk aktivitas di tengah tahun 2011 ini.

Karena kebutuhan akan literatur yang baik dan murah menjadi hal yang selalu vitri rasakan, dan Pekanbaru walau sudah punya beberapa toko buku besar, tetap saja tidak dapat memuaskan kebutuhan tersebut, maka kemudian terpikir... "kenapa tidak kalo vitri yang menyediakan literatur tersebut?"

Dengan melihat beberapa toko buku, perpustakaan dan kafe yang ada di Bandung, muncullah konsep toko buku yang mengusung tema kafe buku. Tempat yang mengambil bangunan rumah sehingga akan terkesan homey, dilengkapi dengan free hotspot serta pedagang-pedagang kaki lima yang diatur secara apik akan menjadikan tempat nongkrong baru di Pekanbaru ini akan menjadi salah satu alternatif bagi warga kota yang ingin bersantai, kerja kelompok, atau memang khusus mencari literatur yang dibutuhkan demi kelancaran studi atau pekerjaannya..

Rencananya, taman bacaan dan rumah literatur ini akan beroperasi pada bulan Juli/Agustus 2011.. Namun jika tidak ada halangan, mulai bulan Mei 2011, taman bacaannya sudah dapat dinikmati untuk umum. Hanya saja karena untuk sementara akan dikelola sendiri ya bukanya disesuaikan dengan jam kerja vitri..

Jadi....

Tunggu ya kabar selanjutnya...

Dan bagi yang memiliki buku-buku bekas yang ingin disumbangkan, vitri akan sangat berterima kasih. Karena artinya koleksi taman bacaan akan makin lengkap dan masyarakat Pekanbaru-Riau makin mudah mengakses bacaan yang baik dan bermutu..

Salam pencerahan...

Jumat, 18 Februari 2011

Kita Indonesia, Bukan Amerika, Eropa, Arab atau India

Beberapa waktu terakhir ini semua media massa menampilkan bagaimana rendahnya posisi warga negara di Indonesia.. Ketidak setujuan akan sesuatu diikuti dengan tindakan ekstrim dan anarkis berakhir korban jiwa..

Miris....

Ke mana rasa toleransi kita? Di mana rasa sayang sesama anak bangsa Indonesia?

Kita Indonesia, kawan... Bukan Amerika, Eropa, Arab, atau India.

Dari awal persatuan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, kita jelas-jelas tahu bahwa kita berbeda.. Tak satu bahasa, tak satu suku bangsa. Namun bertekad bersatu dalam satu bangsa, Bangsa Indonesia..

Toleransi adalah hal yang sangat indah, yang menjadi "brand" Indonesia di dunia. Orang berdatangan untuk belajar dari Indonesia, bagaimana dapat hidup berdampingan antar agama yang berbeda, budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, warna baju yang berbeda..

lalu....

Apa yang terjadi sekarang? sesama saudara saling pukul.. Sesama saudara saling lempar. Dan Astaga.... ada saudara yang bunuh saudaranya karena mereka berbeda..

Sedih....

Mudah-mudahan para pendahulu kita sudah tenang di alam sana. Karena kalau tidak, mereka akan menangis dan akibatnya Indonesia akan tenggelam oleh air mata mereka..

Ingat teman, KITA INI INDONESIA, bukan Amerika, Eropa, Arab atau India..