Minggu, 21 September 2008
Bingung.. Tapi Senang
Hanya saja nih, kota Bandung koq ya masih kotor saja ya? Apa mungkin karena di sini ada begitu banyak pohon bertajuk lebar dengan daun yang cukup banyak dan ditambah oleh angin yang kadang kencang sehingga membuat pekerjaan para pejuang kebersihan kota seolah sia-sia. Tapi tetap semangat deh buat para pejuang
Sudah 1 bulan lebih di Bandung, aktivitas masih terpusat di kampus saja. Memang sih bukan kesalahan kampus karena seharusnya saya toh bisa menyempatkan berkeliling kota atau bahkan keluar kota. Tapi entah kenapa kaki ini masih malas bergerak. Mungkin setelah lebaran nanti semangat jalan-jalannya sudah balik lagi.
Sebulan lebih bergumul dengan kehidupan kuliah ternyata sangat menarik. Satu sisi sih koq ya saya menjadi banyak sekali bingung. Teori yang dulu pernah dipelajari sewaktu di S1 serasa baru kembali. Mungkin karena telah begitu lama ditinggalkan atau mungkin juga karena cara pengajaran yang berbeda atau mungkin juga karena teman-teman diskusi juga berbeda dengan lingkungan saat S1 dulu. Namun apapun itu tetap saja saya masih merasa senang menjalaninya. Yaah... tapi tetap saja sih rasa bosan kadang datang mengganggu, terlebih setelah membaca begitu banyak buku (apalagi jika buku itu dalam bahasa inggris) dan kemudian tidak ada teman yang bisa diajak berdebat. Dan gawatnya lagi ternyata saya masih saja seperti dulu yang tidak mudah bergaul. Akibatnya, perbendaharaan teman juga masih sangat terbatas deh.
Berhadapan dengan semua itu ada kalanya ingin pulang saja dan kembali pada kehidupan sebelum kuliah. Tapi begitu kembali dari rasa bosan, semangat ya timbul lagi. Berkali-kali meyakinkan diri untuk terus maju dan belajar lebih rajin (baik dalam hal perkuliahan maupun pertemanan).
Mungkin pada posting berikutnya akan saya sampaikan hasil obrolan yang diperoleh selama di Bandung.
Rabu, 30 Juli 2008
Telpon Dini Hari
Kebijakan para operator telpon selular yang menggratiskan percakapan dari jam 00 sampai dengan jam 06 terkadang bisa menyenangkan, terkadang bisa menyebalkan.
Kemudahan (alias murah maksudnya) dipergunakan sebaik-baiknya bagi pihak-pihak yang mencoba ngirit (termasuk saya) untuk menghubungi rekan atau teman. Tapi karena waktunya yang tidak lazim karena pada jam segitu biasanya sudah pada tewas untuk dunia, yang ada sih malah memunculkan kebiasaan iseng dan insomnia.
Gawatnya, jika keterusan, kemudian insomnia iseng jadi menahun. Aduuuhhh....
Untuk beberapa saat sih menyenangkan jika memang kebetulan kita sedang tidak bisa tidur, lalu mencoba menghubungi teman yang biasanya juga mengalami masalah yang sama. Alhasil, terjadilah percakapan dini hari yang terkadang bisa berlangsung cukup lama (paling tidak sampai si operator memutuskan hubungan). Bahkan jika percakapan berlangsung seru, nomor tujuan kembali di re-dial untuk melanjutkan obrolan.
Masalahnya, tidak setiap saat kita berada pada posisi tidak bisa tidur. Kadang kala kita baru saja mulai istirahat dan baru saja memulai mimpi indah , eh.. telpon tiba-tiba berdering. Begitu pula sebaliknya. Kadang kita jadi tidak tahu waktu dan menganggap rekan di ujung sana juga sedang terjaga seperti kalong. Alhasil, kita jadi pengganggu istirahat orang.
Tapi sebenarnya pemecahan masalahnya simpel aja koq. Kalo ga mau diganggu, sebelum tidur jangan lupa matikan telpon selularmu.